Showing posts with label sheltering treez. Show all posts
Showing posts with label sheltering treez. Show all posts

9.11.16

drop of blessing

jika :


huruf adalah daun,

kata adalah ranting,

frasa adalah cabang,

kalimat adalah pohon,



berapa pohon yang akan hidup darinya yang sedang berdo'a untukmu?

berapa hutan yang akan tercipta darinya yang selalu melantunkannya untukmu?


maka berbahagialah mereka yang berada dalam naungan pohon-pohon tersebut,

maka bergembiralah mereka yang selalu diberi kesejukan dan keteduhan darinya.


rindang. teduh. sejuk
.





apalagi yang kau minta?


18.12.12

198.



tetiba pengen upload ini!

ha! makasih ya teman-temaaannn...
dah lama bener dah nih  ;p

tapi do'a kalian akan selalu menyertai..aamiin ;)

9.12.11

there we go

semua akan baik-baik saja

yakinlah...

waktu memang tidak bisa mengobati luka
ia hanya mengiringi...

tidak lebih


dan suatu saat nanti,
kami akan kembali berjalan beriringan,
walaupun tanpa melodi yang indah...




















ya, aku percaya itu..

4.6.11

sheltering trees are always grow in me

saya adalah orang yang 'enggan' untuk 'berteman'.

bukan... bukan dalam hal yang seperti yang mungkin kalian fikirkan...

saya hanya takut...

bila saya bukanlah teman yang baik... bukanlah teman yang pengertian.. dan bukan juga teman yang dapat 'mengisi'

sudah banyak bukti yang ada...

bahwa... peneduh terdekat saya..

kini tak lagi di dekat saya,,,

dan itu sakit sekali..

dan mungkin saya juga telah banyak menyakiti mereka...

tidak akan banyak hal-hal yang akan saya bagikan... saya berikan... dan saya ungkapkan...

mungkin juga tidak banyak respon atau pun komentar yang akan saya berikan atas segala hal yang telah mereka ceritakan... atas kisah-kisah yang mereka alami...


walaupun tanpa kabar... walaupun tanpa balasan...
sesungguhnya kalian tetaplah selalu ada di sini... di dekat sini...
memori kalian akan tetap ada dalam sel abu-abu saya...

senyum kalianlah yang akan selalu menemani tangisan saya...

tawa kalianlah yang selalu menceriakan hari saya...

dan pertengkaran bersama kalianlah yang membuat saya merasa begitu penting...


maf... maaf... dan maaf...




untuk semua para peneduhku...

30.9.10

dan sungguh,

hanya bisa tertawa dan tersenyum di antara kalian,
para peneduhku..

28.4.09

teringat saat itu

U bersahabat dengan P
P berteman dengan O
Dan Y… berteman dengan U
P mempertemukan antara U dan O


P sempat ‘menoleh’ pada O, dan O.. sempat pula ‘menoleh’ pada U…
Bertiga pernah melewati hari bersama.. walaupun singkat.



Hingga pada akhirnya….



O memberikan sesuatu pada U yang membuat P merasa ‘sakit’…
dan ketika U melihat pada barang itu.. teringatlah akan persahabatannya dengan P yang agak mulai retak dan apa yang dirasakan oleh P…


terasa sakit pula oleh U.



haruskah sesuatu itu disingkirkan??


U tidak mengerti pula alasannya…


Hingga memberikan sesuatu itu pada Y.




The thoughts...

U : Hmmm.,.. jahat memang. Im the devil!
P : Kenapa U yang dikasi? Aku kan juga suka…
O : Tapi tinggal satu.. kapan-kapan deh untuk P ..
Y : Andai aku yang memberi sesuatu itu…



Entahlah…

untuk U : suatu saat nanti… kau harus siap menerima balasannya!!!

untuk P : kau telah bersama dengan U lagi, kan??? U merasa senang

untuk O : U meminta maaf padamu..sangat… dan P pun telah memaafkanmu…

untuk Y : U pun meminta maaf padamu… hanya itu yang dapat ia katakan…dan sebagai permohonan maafnya.. ada ‘hijau’ padamu…



*huff… akhirnya tertulis.. bingung sebenernya mau nyeritainnya gimana.. huff.. memang tak perlu dimengerti.. tapi… semoga para tokoh mengerti…



Cukup sekian.

28.3.09

make [me] smile


Sent to: Dhe. [26.03.2009 5.18pm]
Message delivered.


. . . . . .


-bella’s lullaby is heard…-
Text message received: dhe. [26.03.2009 5.26pm]


Then…
-nokia tune’s ringing-
1 message received: Fina [26.03.2009 5.35pm]


-again. Bella’s lullaby-
Text message received: Indie. [26.03.2009 5.38pm]


-again and again.bella’s lullaby-
Text message received: ajuz. [26.03.2009 5.46pm]


-nokia tune turns-
1 message received: ipeh [26.03.2009 5.47pm]






…until….
-lullaby of bella-
Text message received: etenk [26.03.2009 7.05pm]



Really surprising when get all the message, girls…

You [all] always can paint smiles on my face…..
Thanks for being there for me…




Dedicated to:
Busrini Agustina Prihatini, Dewi Intan Puspitadesi, Ester Musvita Sari, Indah Nuryanti, Rahmah Saniatuzzulfa, Shofiana Nur Yasin.

24.3.09

a lone tree




“suram banget deh...”
“ko kaya mati ya..?”
“no comment...”
“sepi banget..”
“seperti ga ada tanda kehidupan,,,,”
“kasian banget si pohonnya.. sendirian..”


Itu beberapa komentar yang tercetus oleh teman-temanku ketika aku menunjukkan gambar di atas. Entah karena pohonnya yang sendiri, karena warnanya yang gelap... atau karena hal lain.. Mereka sepakat bila gambar itu S.U.R.A.M....


Aku suka pohon. Tepatnya sebatang pohon yang berdiri kokoh di luasnya padang rumput. Ketika pertama kali melihat gambar di atas, aku senang sekali. Fikiran yang terlintas dalam benakku berbeda dengan mayoritas teman-temanku. Aku melihatnya sangat indah, sangat kokoh, sangat tegar, sangat teduh,,, dan pasti akan nyaman bila duduk di bawah rindangnya.


Aku tak tahu tepatnya kapan aku mulai menyukai pohon. Kala melihat sebuah pohon, aku memproyeksikan pada kehidupanku sendiri. Sebatang pohon dalam luasnya kehidupan. Seperti diriku sendiri di tengah alam semesta. Berjalan seorang diri dalam menapaki jalan hidup. Walau kita tak akan pernah berjalan sendiri. Selalu aka n ada yang menemani, walau tak sampai akhir perjalanan. Entah mereka lawan atau kawan.


Sebatang pohon di luasnya padang rumput menghijau adalah utopiaku. Negeri khayalanku. Ketika letihnya kaki menjejak tanah, ketika peluh keluar menguras daya tubuh, ketika otak pun letih untuk berfikir, siluet sebatang pohon akan sangat menggembirakan. Merasakan hembusan oksigen yang telah disaring oleh rimbunnya daun, merasakan kerindangannya untuk menghalau sengatan sang surya, dan menikmati nyanyian angin di antara ranting. Sungguh damai.


Aku ingin seperti sebatang pohon itu. Sebatang pohon yang kokoh menjulang tinggi dan menghujam tanah. Iya, sebatang pohon di tengah samudera rumput. Seperti gambar di atas. Sebatang pohon yang akan gembira bila dapat memberikan apa yang dia miliki untuk sekitarnya, sebatang pohon yang tak peduli akan dirinya yang sendiri dan terpisah dari yang lain, sebatang pohon yang tetap berdiri walau tanpa teman di sekitarnya, sebatang pohon yang tidak mudah tumbang hanya karena hempasan angin, sebatang pohon yang tidak lantas layu terkena siraman hujan membadai, sebatang pohon yang menyediakan rindangnya untuk para musafir, sebatang pohon liar yang tak henti-hentinya terus tumbuh dengan kekuatannya sendiri, sebatang pohon yang tetap tegar menghadapi kerasnya hidup. Sebatang pohon. Sebatang pohon yang akan memberikan buahnya kepada siapa saja yang menginginkannya. Sebatang pohon yang terus menyaring udara agar kita, manusia, dapat merasakan jernihnya udara. Sebatang pohon yang merelakan dahan dan rantingnya sebagai sarang burung. Sebatang pohon yang ikhlas menerima ketetapan Tuhan-nya. Sebatang pohon yang mengerti esensi cinta sesungguhnya. Selalu memberi. Tanpa mengharap imbalan.


Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon yang selalu menolong sekitar kita. Tanpa mengharap imbalan. Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon yang selalu bertahan pada apa yang kita yakini, dan tidak mudah goyah karena hal lain. Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon, tetap tegar dalam menapaki jalan kehidupan yang penuh dengan ujian.


Dan alangkah indahnya bila kita, saling menyayangi dan mengasihi sesama manusia, dan sesama makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dan kita akan hidup dalam keteduhan seperti bila kita berteduh di bawah naungan daun-daun rimbun itu...


@breeze

21.3.09

memento taman

Kita menjadi makhluk asing di taman sendiri. Kupikir beginilah
rasanya ketakutan. Tak sedetik pun waktu bisa untuk berfikir
tentang cinta. Sepasang lampu taman seperti mata hantu
yang mengincarmu, rumput-rumput menari di sela angin
menjelma bulubulu hitam raksasa terbaring.

siapa bilang taman itu indah? Alangkah sunyi: angin
yang angkuh memperjelas gigil kesendirianku. Bulan dan
bebintang di lembaran langit hitam mempertegas
notasi jeritanku. Tuhan yang biasanya bersiul dan
menyanyi di jendela hatiku, kini tengah berjalan-jalan
di sepanjang jembatanbambu kekelaman yang asing
jauh di luar hatiku



Sebuah puisi dari KOMPAS… dah lama banget ni puisi… lupa juga yang bikin siapa…

Tiga hari terakhir inget lagi sama ini puisi.
Pernah ngerasain apa yang penulisnya pengen sampaikan?
Kalo dari sudut pandang gw si, ni yang nulis lagi putus asa banget.


Putus asa. Hopeless.
Mungkin ini yang lagi gw rasa. Walaupun ga se-ekstrim yang di puisi.


Kenapa?
Mungkin… karena….


Oase yang berubah menjadi fatamorgana.
Pantulan yang tiada pada cermin.
Pelangi yang memudar karena hitamnya langit.
Menghilangnya embun seiring matahari bekerja.
Atau…



Entah.



Pandang gw yang berbatas.
Atau gw yang menyadari kata ‘ada’ berada dalam ‘tiada’? sedang gw menyangkalnya,,,




Who knows???

“what we see depends mainly on what we look for.”
(john lubbock)


*note: memori yang direkam di atas (ya..ya.. gw sadar ga bagus banget hasilnya: dari menara Masjid Agung-Semarang)… intinya... Dalam ketiadaannya, dia ada.

19.3.09

pohon dan daun


Dia menyebutku pohon. Mungkin karena aku terbiasa mencari gambar pohon, atau juga,.,, karena aku sering mengguratkan makhluk itu di lembaran yang aku miliki…. Atau memang juga karena aku menyukai pohon… tepatnya, sebatang pohon, pohon tunggal bila menggunakan istilah temanku yang juga menyukai pohon (hutan…)



Kembali lagi kepada seseorang yang menyebutku pohon… dia menyebut dirinya sendiri daun… daun yang akan selalu menemani bertumbuhnya pohon… daun yang akan selalu setia mendengarkan celoteh diam sang pohon… daun yang akan selalu menemani tarian ranting yang dihembus angin… daun yang akan selalu ada…


Hingga pada waktunya… daun terjatuh….


Dan…



Tik.

Air itu turun… menghias kelamnya langit.



Sampai dua hari yang lalu.



Daun kembali hadir… tertiup angin…

Membawa kabarnya yang sedang berbahagia…

Selamat untukmu teman…



ni tulisan buat seorang sahabat yang ngebuat gw belajar untuk bisa percaya ke orang lain... seorang sahabat yang ngebuat gw belajar bercerita tentang diri... seorang sahabat yang ngebuat gw merasakan sejuknya 'pohon'...


makasih, pew....

u'r always be one of my 'sheltering treez'... and always be...