carilah angin yang menyejukkan, pohon tempat bersandar, dan hijau yang meneduhkan :)
Showing posts with label i name him: ombak. Show all posts
Showing posts with label i name him: ombak. Show all posts
21.8.09
and he smiled!
n_____n
Labels:
hikayat angin,
i name him: ombak,
lirih,
my dark_knight,
teruntuk hujan
1.4.09
ada

karena dengan 'ada'mu saja..mata ini berbinar
karena dengan 'ada'mu saja..hati ini bersorak
karena dengan 'ada'mu saja..senyum ini terlukis
karena dengan 'ada'mu saja..
aku menjadi lebih 'ada'..
karena dengan 'ada'mu kini..aku lebih merasakan keber'ada'anku..
terima kasih..
Labels:
breeze semesta,
i name him: ombak,
my dark_knight,
my_breeze,
pearls
21.3.09
memento taman
Kita menjadi makhluk asing di taman sendiri. Kupikir beginilah
rasanya ketakutan. Tak sedetik pun waktu bisa untuk berfikir
tentang cinta. Sepasang lampu taman seperti mata hantu
yang mengincarmu, rumput-rumput menari di sela angin
menjelma bulubulu hitam raksasa terbaring.
siapa bilang taman itu indah? Alangkah sunyi: angin
yang angkuh memperjelas gigil kesendirianku. Bulan dan
bebintang di lembaran langit hitam mempertegas
notasi jeritanku. Tuhan yang biasanya bersiul dan
menyanyi di jendela hatiku, kini tengah berjalan-jalan
di sepanjang jembatanbambu kekelaman yang asing
jauh di luar hatiku
Sebuah puisi dari KOMPAS… dah lama banget ni puisi… lupa juga yang bikin siapa…
Tiga hari terakhir inget lagi sama ini puisi.
Pernah ngerasain apa yang penulisnya pengen sampaikan?
Kalo dari sudut pandang gw si, ni yang nulis lagi putus asa banget.
Putus asa. Hopeless.
Mungkin ini yang lagi gw rasa. Walaupun ga se-ekstrim yang di puisi.
Kenapa?
Mungkin… karena….
Oase yang berubah menjadi fatamorgana.
Pantulan yang tiada pada cermin.
Pelangi yang memudar karena hitamnya langit.
Menghilangnya embun seiring matahari bekerja.
Atau…
Entah.
Pandang gw yang berbatas.
Atau gw yang menyadari kata ‘ada’ berada dalam ‘tiada’? sedang gw menyangkalnya,,,

Who knows???
*note: memori yang direkam di atas (ya..ya.. gw sadar ga bagus banget hasilnya: dari menara Masjid Agung-Semarang)… intinya... Dalam ketiadaannya, dia ada.
rasanya ketakutan. Tak sedetik pun waktu bisa untuk berfikir
tentang cinta. Sepasang lampu taman seperti mata hantu
yang mengincarmu, rumput-rumput menari di sela angin
menjelma bulubulu hitam raksasa terbaring.
siapa bilang taman itu indah? Alangkah sunyi: angin
yang angkuh memperjelas gigil kesendirianku. Bulan dan
bebintang di lembaran langit hitam mempertegas
notasi jeritanku. Tuhan yang biasanya bersiul dan
menyanyi di jendela hatiku, kini tengah berjalan-jalan
di sepanjang jembatanbambu kekelaman yang asing
jauh di luar hatiku
Sebuah puisi dari KOMPAS… dah lama banget ni puisi… lupa juga yang bikin siapa…
Tiga hari terakhir inget lagi sama ini puisi.
Pernah ngerasain apa yang penulisnya pengen sampaikan?
Kalo dari sudut pandang gw si, ni yang nulis lagi putus asa banget.
Putus asa. Hopeless.
Mungkin ini yang lagi gw rasa. Walaupun ga se-ekstrim yang di puisi.
Kenapa?
Mungkin… karena….
Oase yang berubah menjadi fatamorgana.
Pantulan yang tiada pada cermin.
Pelangi yang memudar karena hitamnya langit.
Menghilangnya embun seiring matahari bekerja.
Atau…
Entah.
Pandang gw yang berbatas.
Atau gw yang menyadari kata ‘ada’ berada dalam ‘tiada’? sedang gw menyangkalnya,,,

Who knows???
“what we see depends mainly on what we look for.”
(john lubbock)
(john lubbock)
*note: memori yang direkam di atas (ya..ya.. gw sadar ga bagus banget hasilnya: dari menara Masjid Agung-Semarang)… intinya... Dalam ketiadaannya, dia ada.
7.3.09
3.3.09
kepada angin, untuknya
Angin,
Bolehkah kutitipkan sebait kata?
Agar mendung tak menggelayut wajahnya
Dalam ketegaran sikapnya
Kutemukan telaga air mata
Angkuh meraih mimpi
Namun entah kenapa
matanya menyimpan luka
Angin,
Bisakah kau menjaganya?
Saat di kelam malam ia termenung
Memikirkan semuanya dalam sepi
Lalu berusaha tegar
Untuk dirinya, orang-orang disekitarnya
Mungkin
Angin,
Bolehkah kupinta senandung?
Agar ia tahu, ia tak pernah sendiri
Mimpinya, bukan miliknya seorang
Namun entah, ia memilih hening
Lalu kembali berjalan
Sendiri
Bolehkah kutitipkan sebait kata?
Agar mendung tak menggelayut wajahnya
Dalam ketegaran sikapnya
Kutemukan telaga air mata
Angkuh meraih mimpi
Namun entah kenapa
matanya menyimpan luka
Angin,
Bisakah kau menjaganya?
Saat di kelam malam ia termenung
Memikirkan semuanya dalam sepi
Lalu berusaha tegar
Untuk dirinya, orang-orang disekitarnya
Mungkin
Angin,
Bolehkah kupinta senandung?
Agar ia tahu, ia tak pernah sendiri
Mimpinya, bukan miliknya seorang
Namun entah, ia memilih hening
Lalu kembali berjalan
Sendiri
ini tulisan gw dapet dari sebuah blog. dan kenapa gw copy di blog gw... karena ini gw dedikasikan buat seseorang... yang selalu ada di 'mana pun'
23.2.09
sedekat langit
12.2.09
26.1.09
kepada hati itu...
kerasnya hatimu
aku tak mampu
aku tak mau
meminta
betapa diriku
terus mencoba
tapi merasa
ku tak berdaya
sepanjang waktumu
tak kau biarkan
tak kau lepaskan
keinginanmu
mencoba bertahan
dari hatiku
keinginanku
memilikinya
kepada hati itu
aku terlena
di mana kau berada
aku terbawa
kepada hati itu
ku terus mencoba
di mana kau berada
engkau milik-Nya
harumnya nafasmu
sangat sejuk
sangat pantas
di jiwamu
begitu terasa
lapar dahaga
kasih dan cinta
yang engkau punya
song by: noe-cornel letto
album: lethologica
* * * *
about someone...
who is he?
i never got through his disguise.... his eyes telling me 'white' lies...
just say my name... so i can know the truth...
i can face it...
i saw u smiling at me...
is it real or just my fantasy...?
i see u everywhere...
so tell me, do you see me?
or... maybe it's just me?
im never there in ur heart...
aku tak mampu
aku tak mau
meminta
betapa diriku
terus mencoba
tapi merasa
ku tak berdaya
sepanjang waktumu
tak kau biarkan
tak kau lepaskan
keinginanmu
mencoba bertahan
dari hatiku
keinginanku
memilikinya
kepada hati itu
aku terlena
di mana kau berada
aku terbawa
kepada hati itu
ku terus mencoba
di mana kau berada
engkau milik-Nya
harumnya nafasmu
sangat sejuk
sangat pantas
di jiwamu
begitu terasa
lapar dahaga
kasih dan cinta
yang engkau punya
song by: noe-cornel letto
album: lethologica
* * * *
about someone...
who is he?
i never got through his disguise.... his eyes telling me 'white' lies...
just say my name... so i can know the truth...
i can face it...
i saw u smiling at me...
is it real or just my fantasy...?
i see u everywhere...
so tell me, do you see me?
or... maybe it's just me?
im never there in ur heart...
Labels:
bahasa nada,
breeze semesta,
i name him: ombak,
lirih,
my dark_knight,
pLettonic
Subscribe to:
Posts (Atom)
