Showing posts with label bintangku. Show all posts
Showing posts with label bintangku. Show all posts

15.12.16

perisai dari - Mu


ribuan panah menujumu,


tanpa kau ketahui,


dan kau pun tak menyadari bahwa kau memiliki perisai tak kasat mata,

yang melindungimu,

yang menjagamu,

dengan seizin-Nya.



dan kau tau kenapa kau memiliki perisai tersebut?

karena hatimu.

karena senyummu.

karena sabarmu.

karena sholatmu.

karena ikhlasmu.


karena do'amu dan do'a-do'a mereka yang telah kau bantu,

mereka yang menyayangimu,

mereka yang kau kasihi,

mereka yang kau do'akan...



semoga kebaikan selalu menyertaimu,

semoga kesehatan selalu menyelubungimu,

semoga keberkahan selalu kau dapatkan....


26.1.16

awhile



saat banyak kata yang ingin kau utarakan namun terasa tak bermakna

saat banyak warna bermunculan di fikiran namun tak nampak imaji utuh tercipta

saat banyak nada yang terlintas namun tak terbentuk harmoni yang melenakan


apa yang akan kau laukan?

kisah, sketsa dan musik...

buku, lagu dan lukisan...


kuingin membuat kisah tentang kita yang membuatmu akan selalu menginginkan kehadiranku di setiap waktumu...

kuingin membuat lagu tentang kita yang selalu terngiang di benakmu...

kuingin membuat lukisan tentang kita yang membuatmu selalu tersentuh saat melihatnya...



akankah kau membaca, mendengar dan melihatnya?

20.7.14

knocking on heaven's door





Aku melihatmu pada supir angkot yang memberikan makanannya pada kucing di pinggir jalan,


Aku melihatmu padanya yang mengantar dan menjemput putra-putrinya,


Aku melihatmu pada sosok salah seorang pejabat yang kini sudah tak lagi sering muncul di televisi,


Aku melihatmu pada peralatan kerjamu yang sudah lama tak tersentuh....


 Aku....




do you know how much i miss you?





death leaves a heartache no one can heal, love leaves a memory no one can steal

26.5.14

penjaga mimpi

"Kalian tidak boleh masuk."

~~~~

"Dan kamu, boleh masuk, tapi tanpa benda itu."

~~~~

"Aaah, silahkan masuk, Tuan. Putri sudah sangat mengharapkan kedatangan Anda. Dia pasti sangat bahagia mendapat kunjungan Anda."










Wann wirst Sie kommen, vater?
Werden Sie?
Bitte.

29.1.14

menyesakkan

adalah : ketika kau melihat ibumu sedang mendengarkan lagu d'masiv yang berjudul "rindu setengah mati" melalui selulernya, sedang matanya berkaca-kaca, tanpa tetesan darinya.

22.12.13

denting angin



Halooo... namaku Fohny, aku baru mendapat surat perintah kalau aku...

Sssssttt... dengar....
Kau dengar tidak?

Apa?

Suara ini...

Suara apa?

Sejuk sekali suaranya, dan kata-katanya menghangatkanku...

Apa sih yang kau maksud?

Tunggu sebentar lagi... kau pun akan mendengar dan merasakannya...

Tidak ah, aku ti... eh, hmmm... waaaaw, kau benar!! Hangat sekali rasanya...

Ayo bertugas!

Siap! Eh, tapi... tugas kita apa ya?

Lho? Kau baru kali ini bertugas ya? baiklah, akan kuberitahu,
Tugas kita hanya satu: menyebarkan suara ini hingga ke pelosok semesta, hingga membangunkannya, dan biarkan mereka merasakan kenikmatan ini. 
Karena kehangatan suara ini, kita akan lebih mudah bergerak dan mengisi ruang semesta. Mudah bukan? Ayo, lekas, kita semakin gemulai...

Oke-oke, baiklah. Satu lagi, ini suara apa sih?

Bukan apa, tapi siapa.
Hmm... ini pasti suara seorang ibu yang sedang mendo’akan anak-anaknya.
Suara-suara mereka yang terindah bukan? Hingga kita memainkan musik seperti ini...

Waw, beruntung sekali aku, tugas pertamaku menebar simfoni semerdu ini.

Ya, kau beruntung. Siapa namamu tadi? Aku Kazari. Salam kenal ya :)

picture by papercaptain


30.3.12

tentang bintang dan langit malam






bintang di langit, kerlip engkau di sana. memberi cahayanya di setiap insan.
malam yang dingin ku harap engkau memberikan kerinduan di sela mimpi-mimpinya [bintang - air]



ada waktu di mana yang saya lihat hanyalah bintang, kerlipnya memang sangat melenakan, pijarnya seperti menuntun diri ke tempat yang lebih aman, dan nyanyiannya sungguh membuat diri ini tentram. namun ternyata sudah kulihat bintang itu jatuh, ya, bintang yang dalam jatuhnya pun tetap memukau mata ini.




ada saat juga di mana saya amat mengagumi sang langit hitam. di mana peran saya saat itu menjadi bintang.
bintang yang dapat bersinar lebih terang karena pekatnya kelam. bintang yang dapat menari dan bernyanyi riang menemani gulita. kemudian... purnama pun telah tiba... kala sinarnya melambai dan menyapa semesta. dan bintang pun hanya dapat sembunyi.




you.. light up my life.. you give me hope.. to carry on... [light up my life - debbie bone]

dan kini...

bintang tetaplah di sana.
begitu pula dengan langit malam.
yang akan selalu menyapa semesta saat matahari kembali terlelap...
dan saya tetap di sini.
penikmat malam. yang tidak hanya melihat bintang. atau menjadi bintang.

28.3.09

make [me] smile


Sent to: Dhe. [26.03.2009 5.18pm]
Message delivered.


. . . . . .


-bella’s lullaby is heard…-
Text message received: dhe. [26.03.2009 5.26pm]


Then…
-nokia tune’s ringing-
1 message received: Fina [26.03.2009 5.35pm]


-again. Bella’s lullaby-
Text message received: Indie. [26.03.2009 5.38pm]


-again and again.bella’s lullaby-
Text message received: ajuz. [26.03.2009 5.46pm]


-nokia tune turns-
1 message received: ipeh [26.03.2009 5.47pm]






…until….
-lullaby of bella-
Text message received: etenk [26.03.2009 7.05pm]



Really surprising when get all the message, girls…

You [all] always can paint smiles on my face…..
Thanks for being there for me…




Dedicated to:
Busrini Agustina Prihatini, Dewi Intan Puspitadesi, Ester Musvita Sari, Indah Nuryanti, Rahmah Saniatuzzulfa, Shofiana Nur Yasin.

24.3.09

a lone tree




“suram banget deh...”
“ko kaya mati ya..?”
“no comment...”
“sepi banget..”
“seperti ga ada tanda kehidupan,,,,”
“kasian banget si pohonnya.. sendirian..”


Itu beberapa komentar yang tercetus oleh teman-temanku ketika aku menunjukkan gambar di atas. Entah karena pohonnya yang sendiri, karena warnanya yang gelap... atau karena hal lain.. Mereka sepakat bila gambar itu S.U.R.A.M....


Aku suka pohon. Tepatnya sebatang pohon yang berdiri kokoh di luasnya padang rumput. Ketika pertama kali melihat gambar di atas, aku senang sekali. Fikiran yang terlintas dalam benakku berbeda dengan mayoritas teman-temanku. Aku melihatnya sangat indah, sangat kokoh, sangat tegar, sangat teduh,,, dan pasti akan nyaman bila duduk di bawah rindangnya.


Aku tak tahu tepatnya kapan aku mulai menyukai pohon. Kala melihat sebuah pohon, aku memproyeksikan pada kehidupanku sendiri. Sebatang pohon dalam luasnya kehidupan. Seperti diriku sendiri di tengah alam semesta. Berjalan seorang diri dalam menapaki jalan hidup. Walau kita tak akan pernah berjalan sendiri. Selalu aka n ada yang menemani, walau tak sampai akhir perjalanan. Entah mereka lawan atau kawan.


Sebatang pohon di luasnya padang rumput menghijau adalah utopiaku. Negeri khayalanku. Ketika letihnya kaki menjejak tanah, ketika peluh keluar menguras daya tubuh, ketika otak pun letih untuk berfikir, siluet sebatang pohon akan sangat menggembirakan. Merasakan hembusan oksigen yang telah disaring oleh rimbunnya daun, merasakan kerindangannya untuk menghalau sengatan sang surya, dan menikmati nyanyian angin di antara ranting. Sungguh damai.


Aku ingin seperti sebatang pohon itu. Sebatang pohon yang kokoh menjulang tinggi dan menghujam tanah. Iya, sebatang pohon di tengah samudera rumput. Seperti gambar di atas. Sebatang pohon yang akan gembira bila dapat memberikan apa yang dia miliki untuk sekitarnya, sebatang pohon yang tak peduli akan dirinya yang sendiri dan terpisah dari yang lain, sebatang pohon yang tetap berdiri walau tanpa teman di sekitarnya, sebatang pohon yang tidak mudah tumbang hanya karena hempasan angin, sebatang pohon yang tidak lantas layu terkena siraman hujan membadai, sebatang pohon yang menyediakan rindangnya untuk para musafir, sebatang pohon liar yang tak henti-hentinya terus tumbuh dengan kekuatannya sendiri, sebatang pohon yang tetap tegar menghadapi kerasnya hidup. Sebatang pohon. Sebatang pohon yang akan memberikan buahnya kepada siapa saja yang menginginkannya. Sebatang pohon yang terus menyaring udara agar kita, manusia, dapat merasakan jernihnya udara. Sebatang pohon yang merelakan dahan dan rantingnya sebagai sarang burung. Sebatang pohon yang ikhlas menerima ketetapan Tuhan-nya. Sebatang pohon yang mengerti esensi cinta sesungguhnya. Selalu memberi. Tanpa mengharap imbalan.


Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon yang selalu menolong sekitar kita. Tanpa mengharap imbalan. Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon yang selalu bertahan pada apa yang kita yakini, dan tidak mudah goyah karena hal lain. Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon, tetap tegar dalam menapaki jalan kehidupan yang penuh dengan ujian.


Dan alangkah indahnya bila kita, saling menyayangi dan mengasihi sesama manusia, dan sesama makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dan kita akan hidup dalam keteduhan seperti bila kita berteduh di bawah naungan daun-daun rimbun itu...


@breeze

14.2.09

bintang berbeda

“Bagi setiap manusia, bintang-bintang memiliki makna berbeda-beda.
Bagi orang-orang tertentu-para pengembara-bintang-bintang adalah pemandu mereka.
Bagi yang lain, bintang-bintang hanyalah cahaya kecil di langit.
Bagi orang lain-para ilmuwan- bintang-bintang adalah persoalan yang harus dipecahkan.
Bagi pengusahaku, mereka berarti emas.
Tetapi bagi semua orang ini, bintang-bintang itu diam.
Sedangkan kau, kau akan memiliki bintang-bintang yang tak pernah dimiliki oleh orang lain.”



“pada malam hari, jika kau menengadah menatap langit.
Karena aku tinggal di bintang, bagimu seakan semua bintang sedang tertawa. Hanya kau sendirilah yang akan memiliki bintang-bintang yang bisa tertawa.”

*little prince...


Dan bagi gw… bintang merupakan cerminan diri… dan masing-masing kita punya langit hitam sendiri yang ngebantu kita tetap berbinar…
Terima kasih, langitku… *walaupun.. sekarang bener-bener pengen ngilang..*

12.2.09

18.1.09

kitalah bintang...

Setiap diri kita adalah bintang
Hanya saja kita tak menyadarinya
Kita selalu menatap kerlip-kerlip itu
Pernahkah terfikirkan oleh kita?
Bila mereka juga sedang menatap bintang?
Ya, menatap kita.

(nule, 2007)



No matter how small we are or what color we might be,
Like little star, we all can produce the same amount of light.

Spread light with our thoughts, words, and actions.
It's a dark world.
and we are here to create light...

We are stars in making!!!