Showing posts with label pop up in my head. Show all posts
Showing posts with label pop up in my head. Show all posts

22.11.17

untuk kalian yang hatinya dipenuhi kebencian

setiap orang berhak untuk dicintai bukan?

tapi, apakah ada yang berhak untuk dibenci?

siapa yang pantas untuk kau benci?

musuh-musuhmu?

siapa musuhmu?

bahkan setan yang pantas kau benci pun memiliki sesuatu yang dapat kau pelajari.

giatnya dalam mencari teman untuk di neraka.

patut kau tiru, dalam hal giat untuk mencapai suatu tujuan, yang baik tentunya.

jadi, sekarang aku mencoba untuk menulis kepada orang-orang di luar sana yang hatinya dipenuhi kebencian

hai, kalian di sana

apakah dadamu terasa sesak karena bencimu?

apakah benakmu diliputi kata-kata kasar kepada mereka yang kau benci?

apakah hatimu penuh dengan warna hitam yang kau tujukan untuk orang yang kaubenci?

apakah  kau tidak merasa sesak dengan semua itu?

tidakkah kau takut semuanya kembali kepadamu

karena hidup merupakan sebuah siklus yang selalu berulang

                                                         berulang,

                                                                                          berulang,

                                                                                                                                       berulang,


dan kembali kepada kita yang memulai


semoga kalian mendapati cahaya yang menjadi penerang untuk hatimu

karena sungguh, kalian butuh cahaya tersebut...





*may our hearts always filled with kindness
*may our hearts always filled with grace





22.6.17

peel off

kau pernah melihat dua cermin yang dihadapkan?


apa yang terlihat?

kau akan melihat cerminan yang tak terhingga

mungkin itu yang akan kau lihat pada orang lain

lapisan-lapisan yang tak kau ketahui yang ada pada dirimu...

lapisan-lapisan yang mungkin tidak ingin kau ketahui ada dalam dirimu

lapisan-lapisan yang mungkin sampai kapan pun kau tak akan menyadari bahwa itulah dirimu


kau menolak sedemikian rupa orang yang tak kau sukai,

hanya karena itulah cerminan dari dirimu...

jadi, apakah kau akan tetap menutup mata pada hal yang menjadi bagian darimu?

atau kau akan mencoba untuk mengupas dan memperbaikinya?

7.1.17

becoming you



well, maybe that's love, when you always believing that you are something else all your whole life.... and someone else come to your life,,, and tell you the opposite...
cause they will look beyond your self, they believe that you can be better you...

and you want to believe them...

so you becoming you...




*scene from game of throne season 2 - samwell tarly and gilly

2.1.17

the shredded dreams

Minggu lalu, gw dan partner kerja gw lagi beberes berkas-berkas kantor, yang paling banyak adalah CV lamaran yang masuk lewat pos, lewat titipan saudara, teman, pacar, dan lain-lainnya.
Kita sortir, dan akhirnya CV yang masuk sebelum tahun 2016 akan kita destroy, hancurkan, dan kita bakar. Belum sampai tahap bakar, baru beberapa yang kita hancurkan pakai paper shredder.

dan pada momen itulah, gw merasa bersalah. Kenapa? Karena yang gw hancurkan bukanlah sekedar kertas, yang gw hancurkan adalah mimpi-mimpi dan harapan mereka yang ingin bekerja. Mereka yang meluangkan waktunya untuk menyiapkan berkas-berkas tersebut untuk dikirmkan, untuk dibaca. dan untuk diterima. 

Gw ga akan tahu perjuangan mereka untuk menyiapkan berkas-berkas tersebut. Mungkin mereka harus ke warnet dulu untuk mengetik, mengeprint, memfotocopy, mencetak foto, membeli amplop,, ke kantor pos. Dengan harapan satu, semoga diterima. Mungkin mereka harus ngeluarin tabungan mereka untuk menyiapkan semua berkas-berkas tersebut. Mungkin ga seberapa bagi kita, tapi mungkin bagi mereka itu cukup banyak. 
Dan apa?

Banyak dari lamaran-lamaran tersebut bahkan baru dibuka pas beberes kemarin, mending kalau dibaca, ngga,,, langsung kita hancurkan kalau ternyata itu lamaran datang sebelum tahun 2016. 

dan gw ga hanya menghancurkan harapan mereka, tapi harapan keluarga mereka. Agar si pelamar diterima dan bisa bekerja. 

mungkin terlalu berlebihan apa yang gw rasakan bagi beberapa orang, tapi gw pernah merasakan stressnya mencari pekerjaan, jadi gw tau, gimana stressnya kalau ada yang berharap ke lo.

mungkin itu hanya kertas, tapi di situlah terletak kata 'semoga bisa diterima'. 

dan gw kembali membayangkan, kalo untuk menghancurkan kertas aja gw merasa emosional, bagaimana perasaan para dokter yang harus memberikan kabar buruk pada keluarga pasien? bagaimana perasaan para dokter yang harus menerima bahwa pasien yang dirawatnya meninggal?
bagaimana perasaan para dokter yang harus melihat pasiennya yang dioperasi menghembuskan nafasnya terakhir?

dan karena itulah gw kembali bersyukur karena tidak jadi masuk kedokteran.

alhamdulillaaaah... 

15.12.16

perisai dari - Mu


ribuan panah menujumu,


tanpa kau ketahui,


dan kau pun tak menyadari bahwa kau memiliki perisai tak kasat mata,

yang melindungimu,

yang menjagamu,

dengan seizin-Nya.



dan kau tau kenapa kau memiliki perisai tersebut?

karena hatimu.

karena senyummu.

karena sabarmu.

karena sholatmu.

karena ikhlasmu.


karena do'amu dan do'a-do'a mereka yang telah kau bantu,

mereka yang menyayangimu,

mereka yang kau kasihi,

mereka yang kau do'akan...



semoga kebaikan selalu menyertaimu,

semoga kesehatan selalu menyelubungimu,

semoga keberkahan selalu kau dapatkan....


30.11.16

dear you

kalau aku tidak benar-benar menyukaimu,
mengapa senyum ini merekah dengan sendirinya saat melihatmu?

~

kalau aku tidak benar-benar mengasihimu,
mengapa hati ini gundah saat tak mendengar kabar darimu?

~

kalau aku tidak benar-benar menyayangimu?
mengapa dada ini terasa sesak saat merindumu?

~

jika kau tidak merasakan perasaanku untukmu,
lantas ke mana perginya perasaan itu?


9.11.16

drop of blessing

jika :


huruf adalah daun,

kata adalah ranting,

frasa adalah cabang,

kalimat adalah pohon,



berapa pohon yang akan hidup darinya yang sedang berdo'a untukmu?

berapa hutan yang akan tercipta darinya yang selalu melantunkannya untukmu?


maka berbahagialah mereka yang berada dalam naungan pohon-pohon tersebut,

maka bergembiralah mereka yang selalu diberi kesejukan dan keteduhan darinya.


rindang. teduh. sejuk
.





apalagi yang kau minta?


26.5.16

itu sombong namanya

setiap kita pasti sudah dikasih beban hidup masing-masing sesuai kemampuan kita (baca Al-Baqarah : 286)


jangan salah, kita lebih besar dari semut, tapi coba, bisa ga kita ngangkat beban 50 kali berat kita?
semut bisa (koreksi saya kalau salah info). kenapa bisa gitu? ya karena porsinya masing masing.


analoginya, kalau kita berdiri di bawah cahaya dengan intensitas yang sama dengan orang lain, di titik yang berbeda,bisa jadi bayangan kita memang lebih besar daripada orang lain,

tapi coba deh kita berdiri di titik yang sama dengan orang itu, bisa jadi bayangan kita lebih kecil dibanding orang itu.

bisa jadi karena 'besar' kita yang berbeda.



jadi, inti dari omongan ini apa?


intinya jangan pernah merasa lebih. termasuk lebih menderita.


itu sombong namanya.

30.4.15

heati

adakah pengukur yang bisa mengukurnya?

luas, tinggi, berat,...

mana yang lebih?

lebih dalam, lebih tinggi, lebih luas
lebih berat, lebih penuh tekanan, dan
lebih lebih lebih


lebih karena saat ini terasa,
atau memang lebih dari masa silam?


siapa menjamin esok terasa lebih dari saat ini?


jika sebenarnya setara dengan pembeda;
waktu


hatigraph,
aku butuh alat itu.



satuannya?
rasa.

29.11.13

kapan sebuah kisah ditentukan untuk berakhir?





Ketika semua pertanyaan terjawab?
Ketika tak ada lagi rasa ingin tahu yang melintasi fikiran?
Ketika tak ada prasangka yang menggerogoti akal sehat?
Ketika semua tokoh yang diceritakan sudah menyatu dengan tanah?

Kapan?
Kapan berakhirnya?




Akhir indah senyata imajinasi.

Akhir sedih semaya fakta.

17.8.13

dalam tiap daunnya




source


kalau menikmati rindang teduhnya pohon,

jangan lupa mendo'akan orang yang menanamnya.

14.3.13

cermin








terkadang... ketika membela sesuatu atau apapun itu yang kita sayangi dan kita cintai, kita sering lupa bahwa yang lebih utama adalah menjauhkan mereka dari api neraka...