Showing posts with label lirih. Show all posts
Showing posts with label lirih. Show all posts

7.10.22

meranggas

:

sebuah pengorbanan untuk tetap bertahan




selaiknya daun yang meluruh agar pohon tetap bertahan hidup, mungkin seperti itu pula peran wanita yang telah menjadi ibu

daun-daun identitas dirinya yang meluruh dan menjadi suatu identitas baru,
yang mungkin tidak mudah,
yang mungkin tidak dia kenal,
yang mungkin awalnya sangat membuat bingung dan frustasi,

namun pada akhirnya, akan tetap tumbuh
menumbuhkan pohon yang semakin kuat bertahan,
menumbuhkan pohon yang semakin kokoh,
menumbuhkan pohon yang semakin menjulang tinggi,

dalam segala cuaca mendatang,

semoga

:)

25.5.21

dalam waktu 7 semester

hai, sudah lama tak bersua

apa kabar?

apakah kau masih bertumbuh?

apakah kau nyaman di rumah mu saat ini?

apakah kau cukup mendapat sinar matahari dan nutrisi yang kau butuhkan?

apakah kau... 

bahagia?

apa kabar?


9.8.17

salvio hexia

do you hear her voice?


her screaming.



it's so loud.


she wants your help



help her




would you?

7.7.17

the darkness of light

kau pernah merasa ingin melewati sesuatu, namun di saat yang sama kau seperti belum siap untuk melewatinya?

seperti ingin melewati satu tahap yang kau belum yakin apakah kau mampu dan sanggup dalam menjalaninya..

ataukah itu ketakutan akan sesuatu hal yang tidak kau ketahui dengan pasti?

padahal sesuatu yang tidak pasti merupakan kepastian itu sendiri.


kau tidak yakin apa yang akan menunggumu di luar batas itu.

padahal apa yang kau tunggu di sana merupakan hasil dari apa yang selama ini kau lakukan.



kau tidak yakin apakah yang berada di sampingmu saat ini akan tetap menemanimu hingga tepi dunia nanti

kau tidak yakin apakah langkahmu akan selaras dengannya

kau tidak yakin apakah di tengah jalan ada yang akan menahanmu untuk melangkah bersama dengannya..


. . . .

5.7.17

menulislah, kasih

.

telah lama aku tak membaca tulisanmu...,



menulislah...



agar aku bisa membaca apa yang kau fikirkan selama ini

agar aku bisa merasakan apa yang kau rasakan

agar aku dapat lebih memahamimu...

sayangmu padaku, bencimu padaku...

marahmu padaku, dan setiamu akanku...




*ah, tapi aku ragu kau pun membaca pintaku ini



27.1.17

every now and then



when you want someone to write those about yourself, 
but you kinda forget


who you are....

2.1.17

the shredded dreams

Minggu lalu, gw dan partner kerja gw lagi beberes berkas-berkas kantor, yang paling banyak adalah CV lamaran yang masuk lewat pos, lewat titipan saudara, teman, pacar, dan lain-lainnya.
Kita sortir, dan akhirnya CV yang masuk sebelum tahun 2016 akan kita destroy, hancurkan, dan kita bakar. Belum sampai tahap bakar, baru beberapa yang kita hancurkan pakai paper shredder.

dan pada momen itulah, gw merasa bersalah. Kenapa? Karena yang gw hancurkan bukanlah sekedar kertas, yang gw hancurkan adalah mimpi-mimpi dan harapan mereka yang ingin bekerja. Mereka yang meluangkan waktunya untuk menyiapkan berkas-berkas tersebut untuk dikirmkan, untuk dibaca. dan untuk diterima. 

Gw ga akan tahu perjuangan mereka untuk menyiapkan berkas-berkas tersebut. Mungkin mereka harus ke warnet dulu untuk mengetik, mengeprint, memfotocopy, mencetak foto, membeli amplop,, ke kantor pos. Dengan harapan satu, semoga diterima. Mungkin mereka harus ngeluarin tabungan mereka untuk menyiapkan semua berkas-berkas tersebut. Mungkin ga seberapa bagi kita, tapi mungkin bagi mereka itu cukup banyak. 
Dan apa?

Banyak dari lamaran-lamaran tersebut bahkan baru dibuka pas beberes kemarin, mending kalau dibaca, ngga,,, langsung kita hancurkan kalau ternyata itu lamaran datang sebelum tahun 2016. 

dan gw ga hanya menghancurkan harapan mereka, tapi harapan keluarga mereka. Agar si pelamar diterima dan bisa bekerja. 

mungkin terlalu berlebihan apa yang gw rasakan bagi beberapa orang, tapi gw pernah merasakan stressnya mencari pekerjaan, jadi gw tau, gimana stressnya kalau ada yang berharap ke lo.

mungkin itu hanya kertas, tapi di situlah terletak kata 'semoga bisa diterima'. 

dan gw kembali membayangkan, kalo untuk menghancurkan kertas aja gw merasa emosional, bagaimana perasaan para dokter yang harus memberikan kabar buruk pada keluarga pasien? bagaimana perasaan para dokter yang harus menerima bahwa pasien yang dirawatnya meninggal?
bagaimana perasaan para dokter yang harus melihat pasiennya yang dioperasi menghembuskan nafasnya terakhir?

dan karena itulah gw kembali bersyukur karena tidak jadi masuk kedokteran.

alhamdulillaaaah... 

30.11.16

dear you

kalau aku tidak benar-benar menyukaimu,
mengapa senyum ini merekah dengan sendirinya saat melihatmu?

~

kalau aku tidak benar-benar mengasihimu,
mengapa hati ini gundah saat tak mendengar kabar darimu?

~

kalau aku tidak benar-benar menyayangimu?
mengapa dada ini terasa sesak saat merindumu?

~

jika kau tidak merasakan perasaanku untukmu,
lantas ke mana perginya perasaan itu?


24.11.16

the true you

Selamat Datang di Toko Serba Ada!


"ada yang bisa saya bantu?"

"sebentar ya, saya ingin melihat-lihat dulu..."

"silakan,,, apakah ada barang tertentu yang ingin dicari?"

"cermin yang besar, yang bisa menampakkan keseluruhan tubuh"

"baiklah,,, mari saya tunjukkan..."

.......



"apakah cermin tersebut sudah ada yang beli?"

"cermin yang mana ya?"

"itu yang ditutup kain..."

"oh... hmm..."

"apakah dijual?"

"tidak dijual seperti yang lain, tapi namun...."

"namun kenapa?"

"dari awal toko ini berdiri, tidak ada yang mau cermin tersebut..."

".... boleh saya lihat? saya tertarik dengan namanya..."

"Anda ingin melihatnya? akan saya beritahu dulu satu hal, kegunaan cermin itu seperti arti namanya. cermin itu akan menunjukkan diri anda yang sesungguhnya. dia akan menampakkan wujud asli anda sesuai dengan hati anda. jadi misalnya seseorang yang cantik namun hatinya tidak secantik wajahnya, pantulan cermin itu akan menunjukkan dirinya yang sesungguhnya, cantik atau tidaknya hatinya. jadi ketika anda ingin berkaca di depan cermin tersebut, anda harus siap dengan konsekuensi yang akan anda lihat langsung. bagaimana? apakah anda tetap tertarik?"

"........... berapa harganya?"

"akan kuberikan secara cuma-cuma apabila anda menginginkannya"

"apakah ada cermin lainnya yang memiliki fungsi yang sama dengannya?"

"tidak ada, cermin ini satu-satunya yang kutahu yang bisa seperti itu"

"lantas, mengapa cuma-cuma?"

"karena aku pun tidak membeli cermin tersebut. setelah toko ini dibuka, tiba-tiba keesokan harinya, cermin tersebut ada di depan pintu toko. telah tertutup kain, dengan catatan yang menyebutkan nama cermin dan kegunaan cermin tersebut."

"apakah sudah ada yang pernah menggunakannya?"

"apakah anda mau menggunakannya?"

"....."

"begitulah, kita penasaran, namun takut dengan apa yang akan kita lihat."

"....."

"jadi,, bagaimana? mau membawa cermin ini pulang ke rumahmu?

8.11.16

soliloquy

......




kau lihat jendela itu?

cobalah berdiri di depannya, bawa temanmu untuk berdiri di sisi lainnya.

apa yang kau lihat?

apakah kau melihat wujud temanmu?

tidak?

baiklah, mari kita telaah mengapa kau tidak bisa melihatnya.

apakah kaca jendela yang menghadapmu itu bersih?

yakin?

coba kau bersihkan lagi,

dengan cairan yang akan kusiapkan sebentar lagi.

sudah?

bagaimana?

apakah kau sudah bisa melihatnya?

sudah semakin lumayan? namun belum jelas?

hmm....

coba bersihkan berulangkali,

minimal 5 kali dalam 1 hari,

jangan sampai lupa.

5 kali dalam 1 hari.

lebih dari 5 kali?

tentu boleh, namun jangan kurang ya.

karena itu sudah aturan mainnya.

tidak percaya?

lihat saja aturan pakai pada botolnya.

baiklah, aku mau pamit dulu

aku akan datang beberapa hari ke depan

sampai jumpa di kemudian hari.


salam.

3.11.16

hold me, river

kau sungguh menyayangiku?


iya


tidak, kau tidak menyayangiku,
kau menyukaiku yang sedang berbahagia,
kau menyukaiku saat aku sedang tertawa,
kau menyukaiku karena harapanmu terhadapku,
kau membayangkan kebahagiaan bila bersamaku
kau menginginkan hubungan yang penuh canda tawa denganku.
tapi kau salah...
aku tidaklah penuh dengan sukacita,
lebih banyak tangisku daripada tawaku
lebih banyak amarahku daripada baikku
lebih banyak redupku dibanding terangku


...


mengapa kau hanya diam?


sudah?


apanya?


sudah mengecilkan dirimu sendiri?
sudah menganggapku sedemikian hina?


hei, aku tidak menghinamu...


memang tidak secara langsung, 
tapi dengan berkata seperti itu kau meremehkan kasih sayangku, 
dengan pernyataan-pernyataan itu kau menganggap palsu perasaanku,
apa aku salah dalam berharap hubungan yang membahagiakan? 
apa aku salah bila menginginkan hubungan yang damai?
aku suka tawamu, aku suka tangismu, 
aku suka cahayamu, aku suka bayanganmu,
sampai kapan kau akan begini?


....


kapan kau akan menyadari bahwa dirimu pantas untuk disayangi?
kapan kau akan menyadari bahwa kau amat sangat memesona
sampai kapan kau tak mau melihat bahwa aku menyayangimu?
sampai kapan kau tak mau mengakui bahwa kau juga mengasihiku?
karena aku merasakan sayangmu dalam amarahmu
karena aku merasakan kasihmu dalam tangisanmu
karena aku merasakah perasaanmu yang sesungguhnya saat kau tak memaksakan dirimu untuk selalu berbinar...


......





25.1.16

cepatlah

cepat pulang.


apakah permintaan tersebut bisa diutarakan antara kita, kasih?


di saat kata 'pulang' memerlukan kata penghubung dan keterangan tempat.

satu.

tempat.


ke mana? di mana?


pulanglah.


bisakah aku minta,

cepatlah pulang 







ke pelukanku?



9.11.15

kubawa pohon ini untukmu




kubawakan pohon ini untukmu,
untuk kau tanam di beranda rumahmu,

agar ketika kau melihatnya,
kau mengingatku,

agar ketika kau berteduh di bawahnya,
kau merindukanku,

agar ketika kau menyiramnya,
kamu melihatku,

kubawakan pohon ini untukmu,
yang bisa menjadi kisah untuk kau ceritakan kepada orang asing yang tak mengenalku,

kubawakan pohon ini untukmu,,,

pohon yang kutanam dengan rapalan do'a untukmu,,,

pohon yang kuharap akan tumbuh tegap menjulang menyejukkan udara sekitarmu saat terik menyapa,

yang kuharap buahnya dapat kau petik dan kau nikmati saat lapar mendera,


kubawakan pohon ini untukmu,,,


satu pertanyaanku:

akankah kau menanamnya?

22.7.15

light in the shadows


“kau seperti dedaunan yang selalu dilimpahi cahaya,
Sedangkan aku akar yang diliputi kegelapan.”



tanpamu akar, tak kan pernah ada aku, daun.
adamu menopangku,

selalu.

30.4.15

heati

adakah pengukur yang bisa mengukurnya?

luas, tinggi, berat,...

mana yang lebih?

lebih dalam, lebih tinggi, lebih luas
lebih berat, lebih penuh tekanan, dan
lebih lebih lebih


lebih karena saat ini terasa,
atau memang lebih dari masa silam?


siapa menjamin esok terasa lebih dari saat ini?


jika sebenarnya setara dengan pembeda;
waktu


hatigraph,
aku butuh alat itu.



satuannya?
rasa.

26.4.15

through the glass

dibatasi dinding kaca...

dan mereka mengalir

tak begitu lancar, bahkan tak kemilau.


hanya hangat.

isyarat tertangkap, dan terbalas
lambaian.


tenang.
aku di sini.


tenang.
aku akan bertahan.


tenang.
aku tahu.


tenang.
aku mengerti.

17.2.15

hening

hei, aku rindu tulisanmu.

1.1.15

01012015



today is still and always be your day, my old man...

at the end of this day, i wanna say: thank you, thank you, and thank you.
for the moments, the dreams, the thoughts, the stories, the faith, and all of things you have given to me, to us.
and the most precious thing above all: for letting us have a strong, wonderful, and great woman as our mother.
thank you for choosing her. :)

the last, thank You Allah, for letting me be part of his orbit,, :')