Showing posts with label my only grass. Show all posts
Showing posts with label my only grass. Show all posts

15.12.16

perisai dari - Mu


ribuan panah menujumu,


tanpa kau ketahui,


dan kau pun tak menyadari bahwa kau memiliki perisai tak kasat mata,

yang melindungimu,

yang menjagamu,

dengan seizin-Nya.



dan kau tau kenapa kau memiliki perisai tersebut?

karena hatimu.

karena senyummu.

karena sabarmu.

karena sholatmu.

karena ikhlasmu.


karena do'amu dan do'a-do'a mereka yang telah kau bantu,

mereka yang menyayangimu,

mereka yang kau kasihi,

mereka yang kau do'akan...



semoga kebaikan selalu menyertaimu,

semoga kesehatan selalu menyelubungimu,

semoga keberkahan selalu kau dapatkan....


26.4.15

through the glass

dibatasi dinding kaca...

dan mereka mengalir

tak begitu lancar, bahkan tak kemilau.


hanya hangat.

isyarat tertangkap, dan terbalas
lambaian.


tenang.
aku di sini.


tenang.
aku akan bertahan.


tenang.
aku tahu.


tenang.
aku mengerti.

1.1.15

01012015



today is still and always be your day, my old man...

at the end of this day, i wanna say: thank you, thank you, and thank you.
for the moments, the dreams, the thoughts, the stories, the faith, and all of things you have given to me, to us.
and the most precious thing above all: for letting us have a strong, wonderful, and great woman as our mother.
thank you for choosing her. :)

the last, thank You Allah, for letting me be part of his orbit,, :')

13.8.14

kemilau bening


 
biarlah goresan sakit hatimu akan menjadi sinar yang menerangimu kelak di hari penghitungan, 

karena sungguh, kau hanya diam dan tersenyum akan semua sayatan kata yang dilontarkan kepadamu.

29.1.14

menyesakkan

adalah : ketika kau melihat ibumu sedang mendengarkan lagu d'masiv yang berjudul "rindu setengah mati" melalui selulernya, sedang matanya berkaca-kaca, tanpa tetesan darinya.

22.12.13

denting angin



Halooo... namaku Fohny, aku baru mendapat surat perintah kalau aku...

Sssssttt... dengar....
Kau dengar tidak?

Apa?

Suara ini...

Suara apa?

Sejuk sekali suaranya, dan kata-katanya menghangatkanku...

Apa sih yang kau maksud?

Tunggu sebentar lagi... kau pun akan mendengar dan merasakannya...

Tidak ah, aku ti... eh, hmmm... waaaaw, kau benar!! Hangat sekali rasanya...

Ayo bertugas!

Siap! Eh, tapi... tugas kita apa ya?

Lho? Kau baru kali ini bertugas ya? baiklah, akan kuberitahu,
Tugas kita hanya satu: menyebarkan suara ini hingga ke pelosok semesta, hingga membangunkannya, dan biarkan mereka merasakan kenikmatan ini. 
Karena kehangatan suara ini, kita akan lebih mudah bergerak dan mengisi ruang semesta. Mudah bukan? Ayo, lekas, kita semakin gemulai...

Oke-oke, baiklah. Satu lagi, ini suara apa sih?

Bukan apa, tapi siapa.
Hmm... ini pasti suara seorang ibu yang sedang mendo’akan anak-anaknya.
Suara-suara mereka yang terindah bukan? Hingga kita memainkan musik seperti ini...

Waw, beruntung sekali aku, tugas pertamaku menebar simfoni semerdu ini.

Ya, kau beruntung. Siapa namamu tadi? Aku Kazari. Salam kenal ya :)

picture by papercaptain


14.9.11

11 tahun sudah...



apakah kau merasa sepi?

1 dekade lebih sudah kau tak didampingi...

apakah kau sering menangis dalam hati?


apakah kau rindu dimanja dan memanja?


semua ditangani olehmu...

semuanya ada di pundakmu...


tawamu yang begitu lepas terkadang membuatku pedih...

bukan berarti tawamu itu tak nyata,,,



hanya saja... aku tahu bahwa kau ingin membagi senangmu dengan dia yang ada di sana...



kau seperti rumput liar yang tangguh...

yang dengan tegar tetap ingin tumbuh,,, melihat dunia...

melihat semuanya terwujud dalam do'amu...



apakah kau tak ingin menangis lepas?


menumpahkan semua derita dan apa pun yang kau rasa...


tapi tak sekalipun aku melihatmu menitikkan air mata...


butiran itu tak pernah terjatuh...

tetap menempel dalam jendela hatimu



tapi aku tahu sebabnya...


karena kau begitu HEBAT


hebat dengan caramu menghadapi dunia..

dan hebat dalam mensyukuri apa yang telah dilukiskan untukmu...

dan aku bersyukur menjadi bagian dalam lukisan itu...







dan untuk kau yang di sana....


semoga kau tetap tenang dalam istirahatmu...

kami akan selalu menyayangimu... :')

23.6.11

sound of memories

kalo denger suara kereta di dini hari seperti ini...

ah... entah kenapa jadi mengingat masa kecil... yang samar namun sangat terasa indahnya...







*di saat-saat seperti inilah gw pengen banget adanya mesin waktu di dunia ini...

10.6.11

my own offering page


Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. Bukan baginya. Cintanya tak punya cukup waktu untuk dirinya sendiri.

~rectoverso; malaikat juga tahu, truedee~

7.2.11

serpihan salju

kau tau tentang kisah ini?

kisah seseorang yang memiliki sebintang mimpi


tidak,
bukan tentang dirinya

tapi ya,
bagian dari dirinya,
bahkan

semua inti hidupnya



berharap semuanya menjadi lebih baik
bahkan jika
disandingkan dengan bintang itu.

dia membisikkannya pada:
kerlip bintang
rinai hujan
cahaya mentari
tunas pepohonan
bahkan pada gemuruh pekatnya malam


apakah kau tau kisah ini?

mungkin tidak.

tapi aku sangan tau kisah ini.


kelanjutannya?

ahh..sampai akhir dunia, kisah ini akan berakhir.
itu yang aku tau.


menceritakannya?

tidak.tidak akan.
karena kisah ini tidak akan berkilau bila dikisahkan.


dia?

huh..suara bidadari termerdu pun tak akan pantas bila mengatakan siapa dia.


kau mungkin bilang aku sang bayangan,
tapi ketahuilah.
aku ada karena

hangat dan dingin

kemilau darinya.








22.1.10

mutter

Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…

*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me

Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own

Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today

(Repeat*)

I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock

But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…

I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…

(Repeat*)

Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…



_Seamo : Mother (english translation)_

13.11.09

Dear God

There’s nothing here for me on this barren road..
There’s no one here while the city sleeps..
And all the shops are closed…
Cant help but think of the times I’ve had with you..
Pictures and some memories will have to help me through..

Dear God the only thing I ask of You is to hold them when I’m not around…
When I’m much too far away…


*song by Avenged Sevenfold – Dear God (ada kata yang di edit)

Dedicated to : them








Suddenly all I want is…. To close with them…






gambar dari deviantart

16.8.09

16.08

sebuah awal..

dan sebuah akhir bagi yang lain..




*my grass..the one who always loves me..

'happy birthday...'

20.7.09

dia tidak selemah itu!!!

tapi kau pun akan melihatnya..
ketika kau dengan tak sengaja melihat matanya..
sinar mata yang diliputi rasa takut,
saat sesosok wajah kembali hadir di tempat yang selama ini melindunginya..
seraut wajah yang juga mengingatkannya pada sosok yang selama ini dirindukannya..
yang selama ini membuatnya bertahan...

tapi, tunggu...

ia tak sekuat itu..

seharusnya kau dapat merasakannya...

rasa tertusuk karena butiran kristal yang enggan ia keluarkan..
yang ia coba sembunyikan darimu...


dan ternyata,,,

dia kuat dengan caranya sendiri...

untukmu...

dan kau akan membuatnya selalu kuat dengan keberadaanmu...

24.3.09

a lone tree




“suram banget deh...”
“ko kaya mati ya..?”
“no comment...”
“sepi banget..”
“seperti ga ada tanda kehidupan,,,,”
“kasian banget si pohonnya.. sendirian..”


Itu beberapa komentar yang tercetus oleh teman-temanku ketika aku menunjukkan gambar di atas. Entah karena pohonnya yang sendiri, karena warnanya yang gelap... atau karena hal lain.. Mereka sepakat bila gambar itu S.U.R.A.M....


Aku suka pohon. Tepatnya sebatang pohon yang berdiri kokoh di luasnya padang rumput. Ketika pertama kali melihat gambar di atas, aku senang sekali. Fikiran yang terlintas dalam benakku berbeda dengan mayoritas teman-temanku. Aku melihatnya sangat indah, sangat kokoh, sangat tegar, sangat teduh,,, dan pasti akan nyaman bila duduk di bawah rindangnya.


Aku tak tahu tepatnya kapan aku mulai menyukai pohon. Kala melihat sebuah pohon, aku memproyeksikan pada kehidupanku sendiri. Sebatang pohon dalam luasnya kehidupan. Seperti diriku sendiri di tengah alam semesta. Berjalan seorang diri dalam menapaki jalan hidup. Walau kita tak akan pernah berjalan sendiri. Selalu aka n ada yang menemani, walau tak sampai akhir perjalanan. Entah mereka lawan atau kawan.


Sebatang pohon di luasnya padang rumput menghijau adalah utopiaku. Negeri khayalanku. Ketika letihnya kaki menjejak tanah, ketika peluh keluar menguras daya tubuh, ketika otak pun letih untuk berfikir, siluet sebatang pohon akan sangat menggembirakan. Merasakan hembusan oksigen yang telah disaring oleh rimbunnya daun, merasakan kerindangannya untuk menghalau sengatan sang surya, dan menikmati nyanyian angin di antara ranting. Sungguh damai.


Aku ingin seperti sebatang pohon itu. Sebatang pohon yang kokoh menjulang tinggi dan menghujam tanah. Iya, sebatang pohon di tengah samudera rumput. Seperti gambar di atas. Sebatang pohon yang akan gembira bila dapat memberikan apa yang dia miliki untuk sekitarnya, sebatang pohon yang tak peduli akan dirinya yang sendiri dan terpisah dari yang lain, sebatang pohon yang tetap berdiri walau tanpa teman di sekitarnya, sebatang pohon yang tidak mudah tumbang hanya karena hempasan angin, sebatang pohon yang tidak lantas layu terkena siraman hujan membadai, sebatang pohon yang menyediakan rindangnya untuk para musafir, sebatang pohon liar yang tak henti-hentinya terus tumbuh dengan kekuatannya sendiri, sebatang pohon yang tetap tegar menghadapi kerasnya hidup. Sebatang pohon. Sebatang pohon yang akan memberikan buahnya kepada siapa saja yang menginginkannya. Sebatang pohon yang terus menyaring udara agar kita, manusia, dapat merasakan jernihnya udara. Sebatang pohon yang merelakan dahan dan rantingnya sebagai sarang burung. Sebatang pohon yang ikhlas menerima ketetapan Tuhan-nya. Sebatang pohon yang mengerti esensi cinta sesungguhnya. Selalu memberi. Tanpa mengharap imbalan.


Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon yang selalu menolong sekitar kita. Tanpa mengharap imbalan. Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon yang selalu bertahan pada apa yang kita yakini, dan tidak mudah goyah karena hal lain. Alangkah indahnya bila kita, manusia, seperti layaknya pohon, tetap tegar dalam menapaki jalan kehidupan yang penuh dengan ujian.


Dan alangkah indahnya bila kita, saling menyayangi dan mengasihi sesama manusia, dan sesama makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dan kita akan hidup dalam keteduhan seperti bila kita berteduh di bawah naungan daun-daun rimbun itu...


@breeze

21.3.09

memento taman

Kita menjadi makhluk asing di taman sendiri. Kupikir beginilah
rasanya ketakutan. Tak sedetik pun waktu bisa untuk berfikir
tentang cinta. Sepasang lampu taman seperti mata hantu
yang mengincarmu, rumput-rumput menari di sela angin
menjelma bulubulu hitam raksasa terbaring.

siapa bilang taman itu indah? Alangkah sunyi: angin
yang angkuh memperjelas gigil kesendirianku. Bulan dan
bebintang di lembaran langit hitam mempertegas
notasi jeritanku. Tuhan yang biasanya bersiul dan
menyanyi di jendela hatiku, kini tengah berjalan-jalan
di sepanjang jembatanbambu kekelaman yang asing
jauh di luar hatiku



Sebuah puisi dari KOMPAS… dah lama banget ni puisi… lupa juga yang bikin siapa…

Tiga hari terakhir inget lagi sama ini puisi.
Pernah ngerasain apa yang penulisnya pengen sampaikan?
Kalo dari sudut pandang gw si, ni yang nulis lagi putus asa banget.


Putus asa. Hopeless.
Mungkin ini yang lagi gw rasa. Walaupun ga se-ekstrim yang di puisi.


Kenapa?
Mungkin… karena….


Oase yang berubah menjadi fatamorgana.
Pantulan yang tiada pada cermin.
Pelangi yang memudar karena hitamnya langit.
Menghilangnya embun seiring matahari bekerja.
Atau…



Entah.



Pandang gw yang berbatas.
Atau gw yang menyadari kata ‘ada’ berada dalam ‘tiada’? sedang gw menyangkalnya,,,




Who knows???

“what we see depends mainly on what we look for.”
(john lubbock)


*note: memori yang direkam di atas (ya..ya.. gw sadar ga bagus banget hasilnya: dari menara Masjid Agung-Semarang)… intinya... Dalam ketiadaannya, dia ada.

12.2.09

24.1.09

ku terlalu mengingatnya....

Ku terlalu mengingatnya dalam sebuah bayang kokohnya batu karang
Hingga ku terlupa karang pun dapat hilang seiring waktu yang mengalir
Menjadi bongkahan batu yang lemah...

Ku terlalu mengingatnya dalam sebuah imagi tegarnya rumput liar
Hingga ku terlupa rumput pun dengan mudah terinjak
Tanpa mampu melawan...

Ku terlalu mengingatnya dalam sebuah sosok kuatnya besi
Hingga ku terlupa besi pun dengan mudahnya dapat berkarat
Membuat hilangnya kekuatan yang ia miliki...

Ku terlalu mengingatnya dalam sebuah wujud dinginnya es
Hingga ku terlupa bahwa es pun dapat mencair..
Bersamaan dengan kurangnya cinta dingin yang dapat menjaganya...

Aku terlalu banyak lupa akan semua kebutuhannya...
Oleh karena
Aku terlalu banyak mengingat segala kekuatan yang dimilikinya...
Tanpa menyadari kekurangan dalam penjagaannya, sesosok tubuh yang berharga...
Maafkan aku...
Maaf.


Teruntuk dia… yang telah memberiku banyak cinta setulusnya cinta…