22.11.17

untuk kalian yang hatinya dipenuhi kebencian

setiap orang berhak untuk dicintai bukan?

tapi, apakah ada yang berhak untuk dibenci?

siapa yang pantas untuk kau benci?

musuh-musuhmu?

siapa musuhmu?

bahkan setan yang pantas kau benci pun memiliki sesuatu yang dapat kau pelajari.

giatnya dalam mencari teman untuk di neraka.

patut kau tiru, dalam hal giat untuk mencapai suatu tujuan, yang baik tentunya.

jadi, sekarang aku mencoba untuk menulis kepada orang-orang di luar sana yang hatinya dipenuhi kebencian

hai, kalian di sana

apakah dadamu terasa sesak karena bencimu?

apakah benakmu diliputi kata-kata kasar kepada mereka yang kau benci?

apakah hatimu penuh dengan warna hitam yang kau tujukan untuk orang yang kaubenci?

apakah  kau tidak merasa sesak dengan semua itu?

tidakkah kau takut semuanya kembali kepadamu

karena hidup merupakan sebuah siklus yang selalu berulang

                                                         berulang,

                                                                                          berulang,

                                                                                                                                       berulang,


dan kembali kepada kita yang memulai


semoga kalian mendapati cahaya yang menjadi penerang untuk hatimu

karena sungguh, kalian butuh cahaya tersebut...





*may our hearts always filled with kindness
*may our hearts always filled with grace





24.8.17

blindself

terkadang kita tidak menyadari bahwa beban yang sedang kita pikul mengganggu gerak orang lain.

terkadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita berikan kepada orang lain, ternyata menyinggung perasaan orang tersebut,

terkadang kita tidak menyadari, bahwa kehadiran kita ternyata tidak diharapkan orang lain

terkadang kita tidak menyadari, apa yang kita anggap kecil, ternyata sangat berarti bagi yang lainnya

terkadang kita tidak menyadari, bahwa apa yang kita harapkan selama ini, telah menjadi milik orang lain,

terkadang kita tidak menyadari, bahwa apa yang kita benci, merupakan kebanggaan bagi orang lain,

terkadang kita tidak menyadari, apa yang kita fikirkan tidak sesuai dengan realita yang ada

terkadang kita tidak menyadari, apa yang kita rasakan merupakan hasil dari persepsi kita sendiri

terkadang kita tidak menyadari, apa yang kita lakukan ternyata meresahkan orang lain

terkadang kita tidak menyadari, apa yang kita sukai ternyata menjadi alasan orang lain menjadi jauh

terkadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita yakini, merupakan bualan semata

terkadang kita tidak menyadari, bahwa apa yang kita harapkan selama ini, tidak baik untuk kita

terkadang kita tidak menyadari, bahwa kita tidaklah sebaik yang kita rasakan

terkadang kita tidak menyadari, bahwa kita tidaklah sehebat yang kita fikirkan

terkadang kita tidak menyadari bahwa kita hanyalah seonggok tanah yang diberi ruh oleh-Nya